Han Ji Pyeong Mentor-i

Han Ji Pyeong mentor-i, aku tak tahu kenapa mengenalmu membuatku menjadi berpikir sangat banyak. 

Mentor, begitulah sebutanmu. Kau membimbing banyak perusahaan rintisan mulai dari awal agar bisa sukses. Dari 30 perusahaan yang kau bimbing hanya ada 4 perusahaan yang gagal. Wah, mendengarnya saja membuatku sangat kagum padaku. 

Hari ini aku menangis, entah kenapa kepergianmu membuatku terluka sangat banyak. Kau mengajariku banyak hal. Aku mengingat apa yang Yong-sil IA katakan saat kau bertanya tentang ramalan cuaca, dia berkata "Kau adalah pemukul yang penakut. Kau takut bolamu keluar jadi kau tak memukulnya. Jika terus ragu, pada akhirnya kau akan kalah. Jadi kumpulkan keberanian dan pukul. Bolamu bisa keluar lapangan, tapi bisa juga home run. Dua angka keluar pada base kesembilan dan hitungan lengkap. Sekarang waktunya meningkatkan keberanianmu."

Aku juga adalah pemukul yang penakut. Aku pernah melewatkan hal-hal baik yang datang karena aku terlalu takut untuk memukul. Aku tidak mau melewatkan hal-hal baik itu lagi.

Aku sungguh sangat ingin menjadi sepertimu, memiliki tujuan, memiliki impian, memiliki potensi. Aku, sedikit takut kalau aku akan berakhir begitu menyedihkan. Sama seperti nam do san yang tidak memiliki apa-apa, sama sepertimu yang tidak mendapatkan orang yang kau sukai. Aku takut tidak ada hal baik yang tertinggal untukku. Tuhan pasti belum melihatku jadi dia belum memutuskan untuk meninggalkan bagian yang mana untukku.

Aku belum ingin bermimpi sepertimu, melangkah dengan jarak jauh sepertimu, berlari di tengah hujan tanpa takut terjatuh. Aku hanya mencoba membuat langkah-langkah kecil yang dimana suatu saat aku tahu kalau aku akan berlayar tanpa tujuan, tanpa peta. Saat itu terjadi, kuharap aku menemukan hadiah :)

Han Ji Pyeong Mentor-i, Aku sangat ingin menangis. Sebelum aku mengenalmu, aku sering meminta seorang mentor untukku. Kau adalah sosok itu. Bukan penampilanmu, bukan fisikmu. Tapi sosok mentor. Aku payah dalam hal apapun, aku tak bisa dalam hal apapun. Jadi, tolong ajari aku. Kau tidak pernah salah, mengatakan fakta yang sebenarnya tanpa melibatkan perasaan adalah tanggung jawabmu.

Kau pernah berkata "kau tidak akan bisa membuat keputusan jika kau takut diumpat". Aku tidak mau menjadi sosok yang lemah, maka umpatan apapun akan kuhadapi dan kujadikan sebagai keberanian di masa depan. Han Ji Pyeong mentor-i, aku tahu meskipun kau terluka kau akan baik-baik saja. Hal-hal baik akan selalu datang pada orang-orang baik. Pergilah ke kantor, atau habiskan waktumu memandang sungai Han yang indah, atau marahlah kepada Yong-sil karena dia sering membuatmu marah.

Han Ji Pyeong mentor-i, terima kasih untuk semuanya.

Comments

Popular posts from this blog

Ottokhae?

I hate big idols k-pop