Pergi kau ,pembohong
Aku muak dengan orang-orang yang beruntung.
Tidak bisakah kita semua memiliki untung yang sama?
Tidak bisakah dunia ini berkompetisi dengan adil?
Dunia ini sulit ,tapi tidak sulit bagi mereka yang memiliki nasib untung.
Sebab ,kelompok bangs*t itu tidak akan tahu bagaimana rasanya bertahan di terjang badai. Dibuang kesana kemari tanpa ada penolong yang disebut mereka dewa keberuntungan.
Ibaratkan:
Ada 2 orang anak ,A dan B ,si A belajar mati-matian untuk menghadapi ulangan matematika besok ,si B anak yang biasa saja bahkan cenderung tidak mau ambil pusing dan tidak berusaha. Ketika ujian ,mereka diberi soal multiple choice.
Si A langsung mengerjakan soal dikertas buram untuk mencari jawabannya. Si B cenderung asal memilih jawaban.
Ketika kertas ujian dibagikan setelah dinilai ,si A dapat nilai jelek ,si B dapat nilai bagus. Setelah ditelusuri ,ternyata si A salah diakhir jalan jawabannya ,yang sebenarnya jawabannya adalah 244 tetapi dia sedikit melakukan kesalahan dan memilih jawaban dengan pilihan 224. Tetapi si B tanpa ada usaha bisa mendapat nilai baik.
Adilkah itu?
Itulah hidup. Kadang rasanya ingin pergi saja. Karena hidup tidak mengerti bahwa betapa menyakitkannya setiap jerih payah tidak dihargai. Kadang ,benci hidup.
Tidak bisakah kita semua memiliki untung yang sama?
Tidak bisakah dunia ini berkompetisi dengan adil?
Dunia ini sulit ,tapi tidak sulit bagi mereka yang memiliki nasib untung.
Sebab ,kelompok bangs*t itu tidak akan tahu bagaimana rasanya bertahan di terjang badai. Dibuang kesana kemari tanpa ada penolong yang disebut mereka dewa keberuntungan.
Ibaratkan:
Ada 2 orang anak ,A dan B ,si A belajar mati-matian untuk menghadapi ulangan matematika besok ,si B anak yang biasa saja bahkan cenderung tidak mau ambil pusing dan tidak berusaha. Ketika ujian ,mereka diberi soal multiple choice.
Si A langsung mengerjakan soal dikertas buram untuk mencari jawabannya. Si B cenderung asal memilih jawaban.
Ketika kertas ujian dibagikan setelah dinilai ,si A dapat nilai jelek ,si B dapat nilai bagus. Setelah ditelusuri ,ternyata si A salah diakhir jalan jawabannya ,yang sebenarnya jawabannya adalah 244 tetapi dia sedikit melakukan kesalahan dan memilih jawaban dengan pilihan 224. Tetapi si B tanpa ada usaha bisa mendapat nilai baik.
Adilkah itu?
Itulah hidup. Kadang rasanya ingin pergi saja. Karena hidup tidak mengerti bahwa betapa menyakitkannya setiap jerih payah tidak dihargai. Kadang ,benci hidup.
Comments
Post a Comment