Rumah baru?

Ini terjadi mungkin sekitar 6 bulan yang lalu

Rumah menjadi tempat teraman untuk semua orang
Tempat yang paling menyenangkan di dunia
Tapi 6 bulan lalu ,aku agak sedikit tidak merasakan hal itu lagi
Pergi meninggalkan rumah yang seperti sudah menjadi bagian dari jiwaku adalah salah satu hal yang paling menyedihkan yang pernah kurasakan

Sungguh ,tidak ada yang tahu jika aku menangis tersedu-sedu saat aku memikirkan bahwa aku tidak akan bersama-sama lagi dengan rumah

Tahukan kau?
Rumah lama tidak akan pernah bisa menggantikan rumah baru.
Aku sudah berada disana mungkin sudah 13 tahun lamanya. Tidak mudah untuk melupakannya. Karena masa-masa kecilku kuhabiskan disana. Masa-masa ketika ibuku memukuli ku karena aku bermain disawah dan pulang pukul 6 sore dengan berlumuran lumpur.

Aku rindu di rumah yang selalu mendengarkan keluh kesahku dan tangisku saat aku menyukai seorang pria

Aku rindu saat aku dan rumah mendengarkan musik bersama-sama.
Menyapu lantai ,membersihkan setiap debu ,menuangkan berbagai pengharum ,mencatmu dengan warna baru

Aku sangat merindukan rumah.
Rindu ketika aku membantu ibuku memasak kue untuk dijual. Rindu ketika ibuku memasak mie kesukaanku. Rindu ketika dihari minggu ibuku selalu memasak bubur kacang hijau. Rindu ketika aku memasak berbagai macam kue natal. Rindu ketika aku membungkus snack untuk hadiah natal dikampungku.
Rindu ketika aku menonton film barbie kesukaanku.
Rindu. Sangat.
Semua hal yang kulakukan itu bersama rumah lamaku.
Bahkan aku merindukan tetangga-tetanggaku. Merindukan teman-temanku. Teman masa kecilku.

Aku tak tahu. Mungkin aku juga mulai merasa nyaman (kembali) di rumah baru.
Tapi tahukah kau?
Tidak ada yang bisa menggantikan rumah lama dengan rumah baru.
Aku bahkan ingin kembali ke rumah lama.
Rumah yang setengah dari jiwaku masih berada di sudut-sudut kamarku disana. Tertinggal dan menyendiri.


Untukmu rumah masa kecilku hingga 13 tahun kita bersama,

Aku sungguh merindukanmu.


18 November 2017

Comments

Popular posts from this blog

Ottokhae?

I hate big idols k-pop